Google Stadia: Penjelasan, Harga & Daftar Game

4 min read

penjelasan apa itu google stadia

Google Stadia adalah layanan streaming terbaru dari raksasa teknologi Amerika untuk bermain game. Layanan ini membolehkan kamu untuk streaming game kelas berat ke hampir semua desktop PC, laptop atau perangkat smartphone menggunakan browser Chrome. Tentu saja, semua perangkat sudah punya Chrome di dalamnya dan mendukung keyboard dan mouse.

Layanan ini mengijinkan kamu untuk memainkan game yang membutuhkan kartu grafis high-end tanpa memerlukan hardwarenya. Intinya, kamu tidak perlu beli hardware apapun untuk memainkan game melalui Stadia.

Baca juga: Ayo buang file sampah di hp mu supaya ringan dan kencang kembali

Semua game akan diinstall di cloud internet dan dalam waktu kurang dari 5 detik siap untuk dimainkan. Tanpa download, tanpa install. Siapkan saja koneksi internet kenceng dengan kuota data yang melimpah.

Jika ada game baru, sesaat setelah trailernya muncul, tombol “Play” akan muncul untuk mengajak kamu memainkannya. Keren bukan?, terobosan baru yang sangat futuristic.

Yang keren dari semua itu adalah, tidak membutuhkan hardware sama sekali.

Di sini Google mencoba untuk menghapus adanya friksi antara menginginkan game baru dan spesifikasi hardware yang dibutuhkan untuk memainkannya. Bisakah Kita memainkan game yang membutuhkan hardware tinggi?, tentu bisa, karena game tidak berjalan di hp atau perangkat yang kamu gunakan, tapi berjalan secara streaming dari cloud ke hp.

Baca juga: Bosan dengan tampilan hp yang begitu-begitu aja?, segarkan tampilannya dengan cara ini.

Bayangkan game yang berjalan di PC desktop dengan hardware tinggi, suara dan tampilannya langsung distreaming ke perangkat yang kamu gunakan. Disinilah Stadia bekerja dengan mengoptimalkan kapabilitas hardware seadanya untuk menjalankan game yang normalnya membutuhkan hardware mahal.

Google bertujuan untuk membuang kebutuhan perangkat keras sepenuhnya dan mengalihkan gaming ke cloud, alih-alih ke perangkat konsol. Karena yang distreaming adalah isinya, kamu bisa berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain untuk melanjutkan game yang sedang kamu mainkan. Jelas bukan, tidak ada lagi batasan kebutuhan atas suatu perangkat untuk memainkan dan bisa dimainkan di mana saja dengan perangkat apa saja.

Yuk baca: Ayo main game di android yang gak pake boros nguras kuota data

Untuk menunjukkan fitur-fitur Stadia, Google telah menunjukkannya di momen GDC 2019, dimana permainan game bisa dimainkan dari perangkat Chromebook, pindah ke hp Pixel sebelum dilanjutkan di komputer dengan hardware low-end. Melihat ini semua, Cuma 2 kata untuk menggambarkannya, LUAR BIASA!!!.

Bisa Stream Konten Kualitas Tinggi

Stadia dapat streaming hingga resolusi 4K, 60 FPS dengan kualitas HDR dan audio surround. Bagi saya sendiri, untuk mendapatkan kualitas spesifikasi tersebut membutuhkan budget puluhan juta pada kelas PC gaming.

BACA JUGA:   Game Augmented Reality Terbaik di Android

Tidak cukup berhenti disitu, Google sudah merencanakan untuk meningkatkannya hingga resolusi 8K di 120+ FPS dalam waktu dekat ini.

Spesifikasi ini sudah di atas dari standar kualitas PC gaming yang biasa digunakan oleh para gamer. Untuk kinerja game, Google dengan bangga memamerkan komputasi dengan kecepatan 10.7 GPU teraflops yang sangat berbeda jauh dengan kecepatan komputasi PS4 dan Xbox di angka 4.2 dan 6.0 GPU teraflops.

Mendukung Cross-Plaform dan Multiplayer

Ini adalah pertanyaan wajib yang selalu menjadi standar pertanyaan yang ditanyakan saat plaform gaming muncul ke publik. Jawaban Stadia untuk kedua pertanyaan itu adalah, IYA dan YA. Google juga mengatakan jika semua game terpusat pada layanan server streaming, maka potensi curang dan hacking dengan sendirinya akan hilang. Tetapi hal ini perlu waktu untuk menjawabnya hingga aplikasi Stadia Google benar-benar tersedia dan dimainkan dalam keseharian hidup kita.

Bisa Pakai Kontroler?

Memainkan game paling asyik menggunakan controller, walaupun di era sekarang ini banyak game mobile hanya mengandalkan layar hp sebagai kontrolernya. Hal ini menjadi kelemahan beberapa game karena sangat bergantung dari kualitas perangkat layar sentuh hp, jika kualitasnya medium ke bawah maka respon saat disentuh akan berbeda dengan hp berkualitas tinggi meskipun perbedaannya dalam hitungan mikrodetik.

harga kontroler google stadia

Google telah berpikir jauh untuk yang satu ini, mereka telah menyiapkan controller-nya sendiri yang lebih lengkap, pengalaman yang lebih kaya, tetapi jangan khawatir karena controller yang ada sekarang ini tetap didukung oleh Stadia.

Kontroler Stadia akan terhubung secara wireless ke cloud dan akan mengidentifikasi perangkat mana dan game apa yang sedang kamu mainkan. Stik kontroler ini juga mempunyai tombol Google Asisten dan tombol quick sharing yang membantu kamu untuk berbagi permainan game.

BACA JUGA:   Elden Ring: Shadow of the Erdtree - Menjelajahi Dunia Baru yang Penuh Kejutan

Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Google Stadia

Yang dibutuhkan untuk menggunakan Stadia dari Google adalah koneksi Internet yang CEPAT dan STABIL, dan browser Chrome. Sepanjang kamu punya ketiga hal ini, maka apapun perangkatmu, hpmu, spesifikasi laptop dan komputermu, kamu sudah siap memainkan game kelas tinggi di dalamnya.

Bermain game di Stadia sangat sederhana, sesederhana kamu membuka browser Chrome untuk berinternet. Untuk urusan bandwidth, Google membutuhkan bandwidth 15 Mbps agar layanan streaming Stadia lancar digunakan, jangan lupa latency dibawah 40 ms dan data loss dibawah 5%.

Di Indonesia, untuk kecepatan 15 Mbps baru bisa dilayani oleh koneksi fiber optic walaupun dalam beberapa kesempatan saya juga bisa tembus kecepatan Internet 15 Mbps untuk koneksi LTE atau 4G. Semoga saja nantinya, Google memboyong server Stadia ke Indonesia sebagai server mirror atau co-location sehingga latensi bisa ditekan di bawah 30 ms. Tentu saja ini akan dipertimbangkan oleh Google mengingat populasi gamer di negara ini cukup besar.

Daftar Game yang Tersedia di Stadia

Daftar game yang tersedia di Stadia masih belum jelas walaupun sudah ada dua game yang dikonfirmasi, toh layanan ini baru saja dirilis. Tetapi kita tahu jenis game apa saja yang bisa dimainkan.

Daftar Game Google Stadia

Melalui project Stream Beta, game yang tersedia hanya Assassin’s Creed Odyssey. Ayo kita lihat apa saja yang dibutuhkan untuk memainkan game ini di PC.

  • CPU: Intel Core i7-3770 @ 3.5 GHz, atau AMD FX-8350 @ 4.0 GHz, Ryzen 5 – 1400.
  • GPU: NVIDIA GeForce GTX 970  dengan VRAM 4GB atau lebih dengan Shader Model 5.0 atau AMD Radeon R9 290 atau lebih baik.
  • Kalau kamu bisa mendapatkan kartu grafis yang lebih baik, katakanlah 30 FPS dan resolusi 4K, kebutuhan RAM meningkat menjadi 16 GB, dan CPU yang powerful seperti AMD Ryzen 1700X atau Intel Core i7 7700, dan kartu grafis high-end Nvidia GeForce GTX 1080 atau AMD Vega 64.
BACA JUGA:   5 Game Balap Paling Ringan Dibawah 50MB di HP Android

Jika kamu bermain game dengan Google Stadia, semua spesifikasi di atas tidak berlaku lagi, artinya kamu bisa memainkan game Assassins Creed di resolusi 4K dan kecepatan video 60FPS di perangkat apapun termasuk laptop kelas menengah ke bawah. Hore!!!

DOOM: Eternal

Game First-person shooter ini telah dikonfirmasi akan hadir di Stadia. Kamu akan menjadi prajurit dan bertempur melawan kekuatan gelap dari neraka. Game ini akan berjalan diresolusi 4K dan 60 FPS dengan warna HDR.

Assassins Creed: Odyssey

Ubisoft sebagai developer game ini telah mengkonfirmasi ketersediaannya di Stadia.

Game Lain yang kemungkinan besar tersedia di Google Stadia

  • Metal Gear Solid
  • Red Dead
  • Flappy Bird Remake
  • Need for Speed
  • There is no Internet Connection Remastered
  • Skyrim

Harga Google Stadia

Masih belum ada kejelasan bagaimana Stadia mendapatkan uang untuk membiayai layanannya. Mungkin menggunakan metode langganan seperti Youtube Red, atau melalui iklan. Google sementara ini menghindari menyebutkan cara monetisasi pengalaman bermain game yang baru ini.

Dunia game kini benar-benar berubah dengan diperkenalkannya Stadia. Konsol dan PC gaming kelas atas akan menjadi sejarah, dan ini mungkin berimbas pada produsen hardware PC dan konsol game. Inilah era baru dalam bermain game, tidak lagi mengandalkan hardware tetapi kemampuan komputasi software dari raksasa teknologi Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *