Apa Itu Fast Charging?

4 min read

apa itu fast charging

Setiap ponsel baru tampaknya telah dibekali dengan fitur pengisian cepat atau fast charging, tetapi apa sebenarnya teknologi pengisian yang dianggap berbeda dan teknologi baru ini, dan apakah proses pengisian baterai tersebut benar-benar cepat? Kami akan membahasnya untuk Anda.

Kemampuan untuk mengisi daya ponsel atau tablet dengan cepat bisa menjadi perbedaan antara penggunaan yang terbebas dari masalah selama berjam-jam dan pengguna yang panik sibuk mencari stop kontak terdekat di kedai kopi. Pengisian cepat atau fast charging secara bertahap menjadi fitur yang hampir merata yang memungkinkan Anda mengisi daya perangkat Anda hanya dalam waktu yang singkat. Tetapi dengan begitu banyak teknologi dan komponen yang harus diketahui, bagaimana Anda seharusnya memulainya?

Langkah pertama adalah memeriksa apa yang sudah Anda miliki. Periksa kecepatan pengisian dan standar apa yang didukung oleh ponsel di kotaknya atau situs web produsen, periksa adaptor yang Anda punya untuk melihat apakah menggunakan teknologi yang sama (biasanya memiliki label penjelasan), dan cari tahu fitur pengisian apa yang dapat diakomodasi oleh kabel Anda (pilihan terbaik adalah menggunakan kabel bawaan ponsel atau tablet). Jika salah satu tidak cocok atau tidak terupdate, mungkin perlu menggantinya untuk mendapatkan fitur fast charging.

Di sini, kami mencoba menawarkan rincian tentang daya yang keluar, standar pengisian baterai ponsel, pengisian nirkabel atau wireless charging, dan lainnya untuk membantu Anda memahami bagaimana fast charging dapat bermanfaat bagi Anda dan apa yang perlu Anda perhatikan sebelum meng-upgrade peralatan yang Anda miliki.

Bagaimana Cara Kerja Fast Charging?

Output dari charger berkaitan dengan arus dan tegangan. Arus adalah jumlah listrik yang mengalir dari baterai ke perangkat yang terhubung, sementara tegangan adalah kekuatan arus listrik. Mengalikan keduanya memberikan watt, atau daya total. Sebagian besar standar pengisian cepat umumnya mengubah tegangan daripada meningkatkan arus untuk meningkatkan jumlah energi potensial.

Pada port standar USB 3.0 mampu mengeluarkan tegangan 5V dan arus 1A yang biasanya digunakan untuk perangkat kecil seperti wearable. Sebagian besar ponsel dan perangkat lainnya mampu menangani setidaknya 5V/2.4A. Pengenalan USB-C memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi hingga 100W (20V/5A). USB 4, yang juga bergantung pada konektor Type C, secara teoritis mendukung hingga 240W (48V/5A). Laptop umumnya dapat menangani daya yang lebih besar (sehingga pengisian lebih cepat) daripada perangkat kecil seperti ponsel dan tablet.

BACA JUGA:   5 Cara Terbaik Memperkenalkan Coding dan Pemrograman Komputer kepada Anak sejak Usia Dini

Perhatikan bahwa perangkat Anda hanya akan mengambil daya sebanyak yang diizinkan oleh sirkuit pengisian-nya. Perangkat Anda, kabel, dan adaptor harus sejalan untuk pengisian, apalagi pengisian cepat, agar berfungsi dengan baik.

Charger Mana yang Terbaik untuk Pengisian Cepat?

Para pelaku industri ponsel telah mengeluarkan berbagai standar pengisian cepat yang berbeda, di mana pada port USB-C yang digunakan pada kebanyakan ponsel telah menggunakan USB Power Delivery (USB PD). Protokol baru ini mampu menegosiasikan jumlah daya yang tepat antara charger dan ponsel. Saat ini, di versi 3.2, USB PD mendukung hingga 240W daya. Tentu saja, hampir tidak ada ponsel yang mendukung hingga tingkat daya maksimum tersebut karena adanya risiko yang cukup tinggi saat mengirim energi sebanyak itu secara konsisten ke perangkat. Meskipun demikian, fitur Programmable Power Supply (PPS) memungkinkan charger untuk menyesuaikan outputnya yang akan naik secara berkala sebanyak 20 mV. Akibatnya, ponsel dapat meminta arus dan tegangan sesuai dengan yang mereka butuhkan. Hal ini sangat membantu mengurangi panas dan memperpanjang umur baterai.

Banyak produsen ponsel dan chip menggunakan beberapa versi Power Delivery untuk kabel yang digunakan untuk fast charging. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dari proses fast charging itu sendiri. Namun ada juga produsen ponsel lainnya yang menggunakan standar mereka sendiri. Berikut adalah informasi lebih lanjut yang perlu Anda ketahui untuk mendapatkan pengalaman fast charging terbaik dari beberapa produsen ponsel populer.

Apple

Mulai dari iPhone 8, semua ponsel Apple mendukung pengisian cepat. Jika Anda menggunakan adaptor iPhone versi lama, Anda hanya mendapatkan daya 5W dan sudah pasti tidak bisa memanfaatkan seluruh kemampuannya.

Apple mengandalkan USB PD 2.0 untuk pengisian cepat dan mengklaim mampu mengisi daya ponsel terbarunya hingga 50% dalam waktu 30 menit. Untuk mendapatkan kecepatan ini, Anda memerlukan setidaknya adaptor 18W dengan kabel USB-C atau USB-C-to-Lightning. Adaptor yang lebih kuat tidak akan merusak ponsel Anda, tetapi kemungkinan tidak memberikan performa yang lebih cepat. Meski begitu, dalam pengujian, iPhone 15 Pro Max mampu mencapai kecepatan pengisian maksimum 27W, jadi mungkin diperlukan charger dengan kemampuan 30W.

BACA JUGA:   6 Cara Mengatasi HP Mati Sendiri

Google

Kedua ponsel Pixel 8 dan Pixel 8 Pro mendukung pengisian cepat menggunakan protokol USB PD 3.0. Di mana pada Pixel 8 dapat menggunakan adaptor charger 18W, sementara Pixel 8 Pro bisa menggunakan charger 23W.

MediaTek

Beberapa ponsel yang menggunakan chipset MediaTek menggunakan teknologi mereka sendiri yang dinamakan Pump Express. Di versi terbarunya, Pump Express 4.0, bergantung pada arus 5A dan menggunakan standar USB PD 3.0. Pump Express juga mendukung pengisian nirkabel dengan standar mereka sendiri selain pengisian nirkabel Qi biasa.

Motorola

Motorola menjual dua jenis charger: Rapid Charging dan TurboPower. Sebagian besar, ponsel lama Motorola (2021 dan sebelumnya) menggunakan adaptor Rapid Charging, yang menawarkan pengisian 10W menggunakan kabel micro USB. Ponsel kelas menengah dan flagship Motorola dapat mendapatkan manfaat dari charger TurboPower yang lebih cepat, yang menggunakan USB-C dan menawarkan daya yang lebih besar. Kami sarankan Anda memeriksa situs web perusahaan untuk menemukan charger terbaik untuk ponsel Motorola Anda. Ada beberapa opsi TurboPower yang memiliki spesifikasi hingga 125W, meskipun hanya ponsel Motorola Edge (2022) dan Motorola Edge+ (2023) yang mendukung adaptor tersebut.

OnePlus

OnePlus menggunakan versi standar Voltage Open Loop Multi-step Constant-Current Charging (VOOC) milik Oppo, yang disebut SuperVooc. Ini meningkatkan kecepatan pengisian daya hingga 80W untuk OnePlus 12. Anda hanya perlu menggunakan charger bawaan untuk mendapatkan kecepatan fast charging tersebut. OnePlus seringkali menjual charger dengan daya yang lebih besar untuk perangkat mereka di pasar luar Amerika Serikat. Misalnya, OnePlus 12 di pasar Eropa mendapatkan charger berkapasitas 125W.

Qualcomm

Beberapa ponsel dengan chip Qualcomm menggunakan versi terbaru standar pengisian cepat, Quick Charge 5. Ini memungkinkan Anda mengisi ulang baterai 4.500mAh dalam waktu hanya 15 menit, mendukung kapasitas daya hingga 100W, dan mampu meminimalkan panas. Awalnya diluncurkan di prosesor Snapdragon 865 dan tetap menjadi fitur dari chip Snapdragon 8 Gen 3. Hanya saja tidak semua produsen ponsel memilih untuk menerapkan semua fitur dari chip dalam ponsel yang mereka rilis, termasuk Quick Charge 5. Charger yang mendukung standar ini tidak mudah ditemukan.

Samsung

Ponsel Samsung lama seperti Galaxy S20 menggunakan standar Adaptive Fast Charging. Di versi terbaru disebut Super Fast Charging, yang mengandalkan USB PD 3.0. Pada Galaxy S24 Ultra dan S24+, mampu mengisi daya hingga 45W, namun pada ponsel Samsung S24 yang lebih kecil dan lebih terjangkau, kemampuan fast chargingnya lebih lambat, yaitu 25W.

BACA JUGA:   Cara Menghapus Akun Twitter

Apa Itu Pengisian Cepat Nirkabel?

Pengisian nirkabel adalah cara pengisian baterai pada ponsel yang nyaman, tetapi seringkali lebih lambat daripada pengisian daya menggunakan kabel. Sebagian besar charger Qi bisa memberikan Anda 15W pada ponsel Android keluaran terbaru, dan 7,5W pada iPhone versi yang lama. Namun, charger MagSafe mendukung kecepatan hingga 15W pada iPhone yang kompatibel. (Qi2 akan datang, yang seharusnya akhirnya memungkinkan kecepatan yang lebih cepat lagi.) Pastikan adaptor daya apa pun yang Anda hubungkan ke charger nirkabel Anda menyediakan daya yang cukup untuk mencapai kecepatan ini.

Beberapa ponsel, termasuk OnePlus 12, menawarkan pengisian nirkabel yang jauh lebih cepat. Ini mendukung kecepatan 50W melalui stand charger nirkabel mereka sendiri yang dinamakan AirVooc. Dengan pengisian nirkabel, Anda menukar kecepatan untuk kenyamanan.

Pengisian Cepat Selain di Ponsel

Untuk laptop, situasi pengisian cepat sedikit berbeda. Dukungan USB Power Delivery adalah keharusan jika Anda ingin adaptor atau power bank portabel yang dapat mengimbangi permintaan perangkat berkekuatan tinggi. Seperti yang disebutkan, Power Delivery 3.2 mendukung hingga 240W, yang seharusnya cukup untuk menghidupi sebagian besar laptop bahkan saat Anda menggunakannya.

Ada juga charger Gallium Nitride (atau GaN) yang diklaim cenderung lebih kecil dan lebih efisien daripada alternatif berbasis silikon. Namun, mereka juga mengandalkan standar USB Power Delivery.

Kesimpulan

Fast charging adalah teknologi pengisian baterai yang memungkinkan pengguna untuk mengisi daya perangkat mereka dalam waktu singkat dibandingkan dengan metode pengisian tradisional. Teknologi ini penting karena memungkinkan pengguna untuk kembali menggunakan perangkat dengan cepat tanpa harus menunggu lama untuk pengisian penuh.

Fast charging bekerja dengan mengatur arus dan tegangan yang dikirim ke perangkat saat diisi ulang, dengan standar seperti USB Power Delivery (USB PD), Quick Charge dari Qualcomm, dan teknologi lainnya memainkan peran utama dalam meningkatkan kecepatan pengisian. Setiap produsen ponsel memiliki standar dan teknologi pengisian cepatnya sendiri, misalnya, Apple menggunakan USB PD untuk pengisian cepat iPhone, sementara Samsung menggunakan Adaptive Fast Charging di ponsel Galaxy terbarunya. Penting untuk memeriksa standar pengisian cepat yang didukung oleh perangkat Anda dan menggunakan charger serta kabel yang sesuai untuk memastikan pengisian yang aman dan efisien.

Dengan pemahaman tentang perbedaan antara standar pengisian cepat, pengguna dapat memilih peralatan pengisian yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *